Sejarah Awal Berdirinya PPM Nailul Authar, Desa Danau Usung
Assalamu'alaikum wr wb
Siapa yang tak kenal dengan PPM Nailul Authar? Pondok pesantren ini diketahui oleh hampir semua penduduk di kabupaten Murung Raya. Pada kesempatan ini, Admin akan menceritakan sedikit tentang sejarah awal berdirinya pondok ini.
Pondok Pesantren Modern Nailul Authar atau PPMNA adalah salah satu pondok pesantren yang berada di Desa Danau Usung,Puruk Cahu, kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Pondok pesantren ini didirikan oleh Ustadz Saubari dan Ustadzah Norlaili atau yang biasa dipanggil Murabbi dan Murabbiyah oleh anak didiknya pada tahun 2004 silam.
Pada awalnya lokasi pondok ini hanyalah lahan penuh ilalang yang tak terurus. Bahkan, kabarnya banyak makhluk ghaib yang menghuni di sana. Namun, berbekal keyakinan yang kuat untuk mendirikan lembaga pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar terutama bagi yang tidak mampu, maka dibangunlah sebuah rumah yang memanjang ke samping sebagai bangunan pertama di lokasi itu. Rumah ini sangatlah sederhana, dindingnya tersusun dari papan, atapnya dari seng dan lantainya adalah tanah yang ditutupi karpet licin.
Pembangunan rumah tersebut pun tidak menggunakan jasa tukang sama sekali, melainkan hanya dibangun berdua oleh sepasang suami-istri pendirinya yang saat itu sudah memiliki anak perempuan berumur 5 tahun. Namun terkadang, ada anak dari Desa Danau Usung yang merupakan murid dari sang pendiri datang membantu beberapa kali.
Saat masa pembangunan rumah ini, setiap harinya mereka berangkat dari rumah yang terletak di Pondok Pesantren Karya Pembangunan kota Puruk Cahu ke lokasi dibangunnya PPM Nailul Authar. Selain itu, untuk mencapainya harus melewati sungai Barito menggunakan feri penyeberangan karena belum ada jembatan penghubung seperti sekarang. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki ke lokasi dengan jarak yang cukup jauh.
Setelah pembangunan selesai, pendiri pun menerima 4 orang santri yang terdiri dari 2 orang putra dan 2 orang putri sebagai murid pertama di pondok yang masih baru ini. Pada awalnya memang hanya 4 orang tersebut yang belajar di sana, namun berkat kesabaran dan keikhlasan pendirinya, jumlah santri semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Hingga pada tahun 2020 ini, tercatat ada 100 lebih santri putra dan putri yang tinggal di sana dengan jenjang pendidikan Wustha dan Ulya serta pengajar yang berasal dari berbagai pondok yang bertugas membantu pendiri untuk memberikan ilmunya. Dan tentu saja dengan banyaknya jumlah santri dari berbagai daerah, maka ada beberapa peraturan yang dirubah sedikit demi sedikit terutama dalam hal pembayaran uang makan, listrik dan sebagainya. Mengingat, tak mungkin bagi pendiri untuk menanggung biaya itu sendiri bagi seratus orang lebih.
Ini adalah contoh perjuangan yang berbuah manis dari 2 orang suami istri pendiri lembaga pendidikan. Hinaan dan cercaan mungkin saja sudah menjadi makanan sehari-hari bagi pendiri yang para santrinya bahkan tak tahu. Tapi semua itu terbalas dengan semakin banyaknya masyarakat kabupaten Murung Raya yang percaya akan pondok ini. Sehingga, para orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan agama akan memasukkan buah hatinya ke PPM Nailul Authar. Semoga pondok ini bisa terus memberi manfaat yang besar bagi masyarakat luas. Amin ya rabbal 'alamin.
Sekian
Wassalamu'alaikum wr wb
Komentar
Posting Komentar